Izin ke Kamar Mandi

     Saya tidak mengerti kenapa hanya sekedar izin ke kamar mandi jadi monster dikelas. Nggak jelas banget kesannya, tapi memang itu yang saya takutkan, meskipun lebih ke takut tidak di izinkan. Padahal sudah tidak bisa di tahan lagi.

     Yang biasa saya lakukan adalah memberanikan diri memohon izin pada guru pengajar,-apalagi yang killer-killer, yang beraura membunuh- agar di perbolehkan ke kamar mandi. Bukan hanya agar sebetulnya, sangat berharap agar di izinkan tepatnya.
Saya nggak pernah bisa bayangin gurunya tidak memperbolehkan sedangkan waktu pelajaran kurang satu setengah jam lagi.

     Jika bisanya kamar mandi jadi base camp kabur, menghindari PR, guru galak, pelajaran membosankan, atau guru yang suka nunjuk nunjuk murid. Seharusnya murid itu bukan di tunjuk loh, tapi diajarin. Atau, biar melatih percaya diri, biar murid saja yang angkat tangan kemudian menjawab pertanyaan. Terus yang nggak bisa diajarin saja privat. Lebih enjoy kan jadinya!

     Kebelet BAK dan BAB dapat mengganggu konsentrasi bukan? jadi, seberani mungkin saya harus minta izin ke Guru. Dengan berharap Guru tersebut memakluminya kemudian mengiyakan permintaan saya.

     Karna buang air itu wajar bukan? namanya juga manusia, nggak mungkin kan manusia setelah minum makan, tapi nggak mengeluarkan sesuatu?

     Soal bolak baliknya, itu karna saya terlalu banyak minum, dan menghindari sakit Infeksi Saluran Kencing yang pernah saya alami. kata banyak orang sakit itu bisa juga di sembuhkan dengan banyak minum air putih. jadi itulah alasan-alasan saya banyak minum dan sering ke kamar mandi.

     Saya dulu tidak terlau suka minum air, apalagi air putih.tapi semenjak di pondok rasanya yang paling favorit itu air putih. Katanya, yang pernah saya dengar, kalau kita menahan buang air. Maka, apa yang akan kita keluarkan akan terserap lagi ke dalam tubuh, menjadikan tubuh kita ada racunnya.
Biasanya para guru itu ada yang, ‘’ tunggu dulu, nunggu yang tadi balik’’ ‘’ kurang lima menit istirahat, duduk lagi’’ atau, auranya saja sudah tidak enak untuk di mintai izin. memengnya kebelet bisa di waktu? bisa di jadwal? bisa di tunda-tunda?

     Saya bilang begitu, karna saya dari kecil, meskipun waktu semepet apapun jika kebelet buang air ya kudu di turuti, itu kata ibu. Bahkan orang tua saya pernah bertengkar hanya karna ayah saya pengen cepat-cepat sampai tujuan tapi melewatkan banyak pom bensin ketika saya sudah bilang kebelet pipis. Begitulah ibu memberitahu orang sekeluarga, pentingnya mengeluarkan kotoran yang sudah waktunya agar tidak di tunda-tunda.

     Setelah saya pikir-pikir, memeng benar begitu, jadi seperti yang saya katakan, saya harus berani meminta izin untuk ke kamar mandi agar kotoran yang sudah saatnya di keluarkan itu tidak masuk lagi terserap dalam tubuh.  Agar tubuh menyerap semua yang perlu di serap dan mengeluarkan semua yang perlu di keluarkan agar tubuh tetap sehat dan dapat belajar dengan semangat.

     Berhasil atau tidak, tergantung guru, karna setiap orang beda pemikiran, beda pola baik dan buruknya, jika di perbolehkan saya syukur, kalau tidak boleh ya bilang, bahwa sudah mepet, jika sudah bilang begitu tetep tidak boleh, saya akan duduk lagi ke bangku.
Atau kalau bisa, saya ke kamar mandi dulu kemudian baru masuk kelas.

Oleh : Ulin Ni’matul Mujibah
XII IPS 7

Komentar

Postingan Populer